NILAI STASIONER, FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN
NILAI STASIONER, FUNGSI NAIK DAN FUNGSI TURUN
nama: Aqillah angelina w (8)
kelas: XI IPS 3
Dari gambar di atas terlihat jika untuk x = a maka gradien garis singgung di titik tersebut adalah 0 (garis singgung sejajar dengan sumbu x). Akibatnya fungsi tidak naik maupun turun, keadaan inilah dikatakan mempunyai nilai stasioner di x = a dan nilai stasionernya adalah . Nilai stasioner juga sering disebut dengan nilai kritis atau titik kritis
Dari uraian di atas diperoleh
Jika suatu fungsi kontinu dan diferensiabel di x = a dan maka merupakan nilai stasioner dari fungsi di x = a dan titik stasionernya adalah (a, f(a)).
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut
Contoh 1
Tentukan nilai stasioner dan titik stasioner dari fungsi !
Penyelesaian
Nilai stasioner diperoleh jika
Nilai stasionernya
Jadi, nilai stasioner fungsi adalah -4 dan titik stasionernya adalah (-1, -4)
Nilai stasioner dalam beberapa fungsi tidak hanya satu atau tunggal,
kadang kala kita juga akan mendapatkan dua nilai stasioner pada satu
fungsi. Berikut adalah contoh fungsi tersebut
Contoh 2
Tentukan nilai stasioner dan titik stasioner dari fungsi !
Penyelesaian
Nilai stasioner diperoleh jika
atau
Nilai stasionernya
Untuk ,
Untuk ,
Jadi, nilai stasioner fungsi adalah -2 dan 2 serta titik stasionernya adalah (-2, 16) dan (2, -16)
Jika telah memahami nilai stasioner, selanjutnya akan dibahas mengenai jenis-jenis nilai stasioner.
Jenis-Jenis Nilai Stasioner
Terdapat tiga jenis nilai stasioner dari suatu fungsi, pertama nilai
balik maksimum, nilai balik minimum dan nilai belok. Ketiga jenis nilai
stasioner ini dapat digambarkan dalam grafik berikutNah pertanyaannya bagaimanakah caranya agar kita tahu suatu nilai stasioner suatu fungsi tersebut merupakan nilai balik maksimum, nilai balik minimum, atau nilai belok? Jika kita mengamati grafik yang disajikan maka, hal itu dapat dilakukan melalui perubahan nilai dari fungsi dalam interval di kiri x < a, x = a, dan x > a. Dengan demikian kita akan mendapatkan
Jika perubahan nilai dari positif, nol, kemudian negatif maka nilai stasioner di x = a tersebut adalah nilai balik maksimum
Jika perubahan nilai dari negatif, nol, kemudian positif maka nilai stasioner di x = a tersebut adalah nilai balik minimum
Jika perubahan nilai dari positif, nol, kemudian kembali positif atau dari negatif, nol, dan kembali negatif maka maka nilai stasioner di x = a tersebut adalah nilai belok
Agar lebih memahaminya, berikut ini akan disajikan contoh soal dan pembahasanya
Contoh 3
Tentukan nilai stasioner dari fungsi beserta jenis nilai stasionernya!
Penyelesaian
Related:
Nilai stasioner diperoleh jika
Untuk mengetahui jenis nilai stasionernya dapat ditentukan dengan memeriksa nilai-nilai di sekitar , yang diperlihatkan oleh tabel berikut.

Karena perubahan nilai dari negatif, nol, kemudian positif, maka nilai stasionernya termasuk nilai balik minimum
Contoh 4
Tentukan nilai stasioner dari fungsi beserta jenis nilai stasionernya!
Penyelesaian
Nilai stasioner diperoleh jika
atau Untuk mengetahui jenis nilai stasionernya dapat ditentukan dengan memeriksa nilai-nilai di sekitar dan , yang diperlihatkan oleh tabel berikut.

Karena perubahan nilai untuk nilai stasioner dari positif, nol, kemudian negatif, maka nilai stasionernya termasuk nilai balik maksimum
Karena perubahan nilai untuk nilai stasioner dari negatif, nol, kemudian positif, maka nilai stasionernya termasuk nilai balik minimum
Soal Nomor 1
Interval yang membuat kurva fungsi selalu turun adalah
A.
B.
C.
D. atau
E. atau
Diketahui
Kurva selalu turun jika diberi syarat .
Jadi, interval yang membuat kurva fungsi selalu turun adalah
(Jawaban C)
Soal Nomor 2
Diberikan fungsi
A. atau
B. atau
C. atau
D.
E.
Diketahui
Kurva selalu naik jika diberi syarat .
Jadi, interval yang membuat kurva fungsi selalu naik adalah
(Jawaban C)
Soal Nomor 3
Grafik fungsi
A. atau
B. atau
C. atau
D. atau
E. atau
Diketahui
Grafik fungsi tidak pernah turun jika diberi syarat .
Jadi, interval yang membuat grafik fungsi tidak pernah turun adalah
(Jawaban B)
Soal Nomor 4
Grafik fungsi
A.
B.
C.
D. atau
E.
Diketahui
Grafik fungsi tidak pernah naik jika diberi syarat .
Jadi, interval yang membuat grafik fungsi tidak pernah turun adalah
(Jawaban A)
Soal Nomor 5
Diberikan fungsi
A. tidak pernah naik
B. tidak pernah turun
C. bisa naik, bisa turun
D. selalu turun
E. selalu naik
Diketahui
Turunan pertamanya adalah . Selanjutnya, kita akan mencari titik stasioner fungsi tersebut, yakni saat .
Perhatikan bahwa pada ekspresi , kita mendapati bahwa nilai darinya tidak mungkin bertanda negatif (ingat bahwa semua bilangan real yang dikuadratkan tidak akan bertanda negatif), sehingga grafik fungsi
tidak pernah turun, melainkan stasioner (tetap) atau naik, seperti yang tampak pada sketsa gambar berikut.

(Jawaban B)
Soal Nomor 6
Nilai-nilai
A. atau
B.
C. atau
D. atau
E. atau
Diketahui
Misalkan dan , sehingga
Grafik fungsi tersebut selalu turun jika diberi syarat , yaitu
.
Dari pertidaksamaan di atas, diketahui bahwa penyebut dipastikan bernilai positif untuk , sehingga yang memengaruhi tanda hanya pembilangnya saja.
Agar keseluruhan bernilai negatif, pembilangnya harus dibuat negatif.
Karena (berakibat penyebut bernilai ), maka kita peroleh bahwa interval yang memenuhi adalah seluruh bilangan di antara dan , kecuali , kita tulis
(Jawaban D)
Soal Nomor 7
Grafik fungsi
A. C. E.
B. D.
Diketahui
Turunan pertama adalah .
Grafik fungsi selalu naik jika diberi syarat .
Kaitkan pertidaksamaan dan .
Diperoleh
Jadi, Nilai yang membuat selalu naik pada interval tersebut adalah
(Jawaban B)


Komentar
Posting Komentar